Info Lvl 50 DN
Arcbishop Nest dan Gigantes Nest |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
ARCBISHOP NEST BACKGROUND STORY
Para
Dragon Follower menggunakan penduduk lokal untuk mencari Green Dragon
lebih cepat. Pertama mereka mendekati suku Padu, tapi ditolak karena
mereka tidak ingin memberitahu rahasia mereka. Berikutnya suku Asai yang
didekati karena mereka lebih terbuka kepada dunia luar
Kelihatannya
suku Asai tergiur dengan tawaran Dragon Follower yang katanya dapat
membuat mereka lebih kuat. Ternyata Dragon Follower harus kembali
menggigit jari. Ternyata suku Asai tidak mengetahui letak Seal Dragon
dan Arc Shaman sebagai kepercayaan suku Asai meragukan janji para Dragon
Follower. Dia memperingati penduduk untuk hati-hati dengan tawaran
pendatang luar. Pertama para penduduk memutuskan untuk menjauh dari
Dragon Follower, tapi Shaman dari suku saingan yang bernama Andara
menangkap dia dan diberikan kepada Dragon Follower. Andara menginginkan
kekuatan yang lebih besar. Dragon Follower mengajari cara untuk
menghisap tenaga dari peninggalan jaman dulu. Shaman Andara berhasil
mempelajari cara menghisap tenaga dan menjadi lebih kuat, tapi akibatnya
harus menjadi Shaman Lich
Setelah
Arcshaman ditangkap, suku Asai dapat dipengaruhi. Mereka dijanjikan
kekuatan yang lebih besar dibanding suku lain. Suku Asai yang
terpengaruh langsung membuka Seal dari Totem jahat yang ditutup oleh
nenek moyang mereka. Suku lain mulai diserang dengan kekuatan tersebut.
Pada saat yang sama, Archbishop Kazalman melihat potensi kekuatan itu
dan melapornya ke pemimpin-pemimpin Dragon Follower
Seal
Green Dragon terbuka dan kekuatan didapatkan oleh Chati. Kazalman yang
panik melaporkan hal itu ke pimpinan dan diperintahkan untuk mendapatkan
kembali Jewel Green Dragon. Bishop Kazalman menyedot kekuatan Totem
suku Asai untuk melawan Chati. Dia beralasan ke pemimpin bahwa tidak ada
cara lain, tetapi sebenarnya Kazalman memiliki niat licik untuk
memiliki kekuatan itu selamanya
Bishop
Kazalman berhasil memiliki kekuatan Totem dan akhirnya memiliki
kekuatan sebagai Arc Bishop. Dan dengan semua pengikutnya, dia berusaha
merebut Jewel Green Dragon dari Chati
Tapi
Karahan lebih cepat berhasil merebut Jewel Green Dragon dari Chati.
Dibanding Chati yang gadis biasa, Karahan dulunya seorang penyihir iblis
yang kuat. Kekuatan yang dapat dikendalipun sangat berbeda
Arc
Bishop Kazalman menyadari bahwa harus memiliki kekuatan yang lebih
besar untuk melawan Karahan. Untuk mendapatkan kekuatan tambahan, dia
berusaha melepas Seal Golem Fujinorth yang ditutup Sealnya oleh
nenek moyang suku Asai karena kekuatan gelapnya
Adventurers harus menyelesaikan 7 stage yang ada di Archbishop Nest ini, Stage tersebut adalah :
Setiap
Stage yang kalian lalui, akan ada Boss yang menjaga tempat tersebut dan
kalian harus menghabisi Boss yang ada untuk dapat melanjutkan ke Stage
Berikutnya
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
GIGANTES NEST BACKGROUND STORY
Ancient muda yang keluar dari Ancient Village, tidak memiliki kemampuan tambahan
Walaupun tidak memiliki kemampuan, Gigantes dapat mengontrol senjata kuno dengan bebas karena memiliki darah Ancient Untuk menutupi kekurangan kemampuannya, dia mendapatkan "Gigantes" dan ternyata jaman dulu "Gigantes" digunakan oleh Ancient yang jahat untuk persenjataan. Gigantes Maha dipengaruhi kekuatan jahat yang ada di dalam Gigantes dan lepas kendali Adventurers harus menyelesaikan 4 stage yang ada di Gigantes Maha Nest yang harus kalian lewati
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Penambahan Fitur Lain nya :
|


























































































































0 komentar:
Posting Komentar